Proyek Pengurukan Diduga Bermasalah di Bambe: Macet Meluas, Warga Tertekan, Keterlibatan Oknum Disinyalir  

MAT SUKENI

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:06 WIB

5056 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK // Bara-News.it.com 23 Juli 2026 – Suasana mencekam sekaligus penuh keluhan melanda Desa Bambe, jalur poros penghubung tingkat Provinsi dan Kabupaten di wilayah ini. Selama tiga hari berturut-turut, kemacetan tak terelakkan membentang panjang, yang semata-mata dipicu oleh aktivitas proyek pengurukan tanah yang disinyalir dikelola oleh salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gresik dari Fraksi Gerindra.

Penggunaan alat berat berukuran besar tipe Indek 28 serta deretan kendaraan truk pengangkut material terbukti melebihi kapasitas dan standar ketahanan jalan yang ada. Belum lagi jalur ini setiap harinya sudah padat dilewati armada tronton besar milik PT KDI yang beroperasi di sepanjang koridor tersebut. Aktivitas proyek dimulai tepat pukul 08.00 WIB—berbenturan persis dengan jam keberangkatan warga bekerja maupun beraktivitas, dan berulang kembali pada jam kepulangan sore hari. Tanpa ada pengaturan lalu lintas yang layak, kekacauan pun tak terhindarkan.

Dampak buruk yang ditimbulkan sudah terasa nyata di kehidupan warga sehari-hari:

*Pencemaran udara yang mengganggu pernapasan akibat debu tebal dari tumpahan tanah uruk yang bertebaran di sepanjang badan jalan

*Kemacetan panjang yang menghambat akses warga, petugas layanan darurat, maupun distribusi barang kebutuhan

*Lapak dagangan warga yang berada tepat di depan area PT KDI tertutup total karena dijadikan lahan parkir kendaraan proyek, membuat omzet merosot drastis hingga sepi pembeli

Situasi semakin memanas pasca terjadinya insiden pada Rabu, 22 Juli 2026 yang melibatkan armada pengangkut tanah tersebut. Kejadian itu memicu kemarahan warga hingga meminta pihak pengelola proyek mempertanggungjawabkan segala kelalaiannya.

Namun kenyataannya, warga seolah tak berkutik. Berdasarkan keterangan warga yang enggan menyebutkan identitasnya demi keselamatan pribadi, proyek ini diduga kuat mendapat perlindungan dari oknum perangkat desa termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), didukung pula oleh oknum dari luar desa yang diketahui sebagai elemen premanisme. Padahal warga telah menyampaikan usulan sederhana: jalur jalan disiram air secara berkala agar debu tak melayang mengganggu kesehatan. Hingga hari ini, permintaan sederhana itu sama sekali tidak diindahkan.

Pihak terkait perlu memahami dengan tegas: tidak ada kekuasaan yang kebal hukum, dan tidak ada kepentingan pribadi atau golongan yang boleh merugikan hak serta keselamatan rakyat banyak. Segala dugaan pelanggaran izin usaha, pelanggaran peraturan lalu lintas, pencemaran lingkungan hingga dugaan pengerahan kekuatan intimidasi merupakan perbuatan yang sangat serius. Hal ini mengancam sanksi administratif terberat hingga proses hukum pidana sesuai aturan yang berlaku, tanpa pandang bulu siapa pun yang terlibat di dalamnya.

Warga telah menahan diri sekian lama, namun kesabaran itu memiliki batas yang jelas. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah perbaikan nyata, transparansi serta klarifikasi terbuka dari pihak pengelola maupun pihak yang disinyalir terlibat, gelombang tuntutan yang lebih besar dan tindakan sesuai jalur hukum mutlak akan kami usut hingga ke akar-akarnya.

Redaksi//

Bara-News.it.com 

Investigasi 

Berita Terkait

Pemuda 24 Tanah Merah Laok Bentuk Panitia Persiapan HUT RI ke-81, Siap Gelar Semarak Perayaan Termasuk Baksos Pengobatan Gratis  
Petani Desa Kedungbanteng dan Putat Keluhkan Saluran Irigasi Tersumbat, Harapkan Normalisasi dari Pemerintah
Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Korupsi Pakan di Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar Jadi Tersangka, Hewan Menderita
Oknum Polisi di Blitar Diamankan Saat Penggerebekan di Rumah Penjual Sabu, Masih Jalani Pemeriksaan
Bayi Kembar di Tinggal wafat Ibunya ” Ketua DWP Sekaligus Ketua TP PKK Kecamatan Tlogosari Mery Rian Hidayat Melakukan Kunjungan Sosial
Sajak Harum Resmi Meluncur, Brand Parfum Racikan Putri Indonesia DKI Jakarta 6 2025 Banjir Pujian
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:28 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan dan Penjarahan di Dompu, Ketua Komunitas Mahasiswa Bima Mendesak Aparat Bertindak Tegas

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:14 WIB

Kompak dan Solid, Kapolres Simalungun Bersama Kajari Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:32 WIB

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang Terima Dua Piagam Penghargaan Langsung dari Kapolda Sumut

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:59 WIB

Lapas Pekanbaru Intensif Lakukan Pengejaran Warga Binaan yang Melarikan Diri, Libatkan Tim Gabungan Lapas, Kanwil, dan Kepolisian

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:48 WIB

Anggota DPR RI Andar Amin Harahap Tegaskan Komitmen Selesaikan Persoalan Agraria Lewat Program ATR/BPN

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:04 WIB

Dari Ribuan Doa hingga Senyum Anak Yatim, Syukuran Hari Lahir ke 39 Ferdy Sanjaya Sembiring Dipenuhi Cinta dan Keberkahan

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:45 WIB

KRYD Malam Libur, Tim Resmob Polres Simalungun Sisir Pintu Tol Sinaksak Cegah Geng Motor dan Balap Liar

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:41 WIB

Merasa Tersudut Video Viral, Kaperwil Mitrapolisi.com Aceh Minta Dun Belanda Bertanggung Jawab atas Tuduhannya

Berita Terbaru